Abang : Gue lg beli sesuatu di deket rmh.. Lo keluar dari gubuk reyot lo, Yol! Now! Arsa hanya bisa menghembuskan nafas. Setelah huru-hara dan kesialan yang menghampiri, tampaknya Tuhan masih suka bercanda dengan mendatangkan musibah baru. Arsa tak menyangka jika dunia semakin tua jauh sangat mengerikan. Abang : Otw istana ayah. Gubuk reyot rakyat jelata.. Matanya tetap terbuka. Memperhatikan layar ponsel yang sedari tadi menampilkan kolom pesannya dengan Dipta. Arsa tak tahu apa makanan yang Bundanya idamkan dulu ketika hamil laki-laki itu. Abangnya lahir dengan seperangkat iblis yang mengikutinya. "Hah!" Desah Arsa lalu bangkit dari sofa ruang tamu. "Ariana! Saya tidak akan marah. Malam ini tidur di kamar pun, Abang pasti membuat saya keluar juga." Racau Arsa tak mau membuat istriny

