“Mabook.. Mabookkk!” Arsa menyandarkan dirinya, sedang Dipta- ayah dari manusia pembuat onar yang sekarang sedang menari di luar mobil, hanya mampu meraup wajahnya. Mereka tidak tahu lagi bagaimana cara untuk menghentikan tingkah mengesalkan Michell. “Anak Abang..” tunjuk Arsa pada kap mobil yang sekarang Michell gunakan untuk beraksi. “Anak Kakak Kamu!” ujar Dipta tak terima membuat Arsa menganggukan kepala. Sangat sulit memang berbicara dengan manusia tanpa otak, pikir Arsa. Suara anjing bahkan mengalun ditelinga Arsa ketika mendengar penolakan Dipta. “Alkohol dan Mich bukan sahabat yang baik Abang. Saran adek jangan ajak dia minum bareng kita lagi.” Dipta setuju. Arsa adalah penasehat terbaik sejauh ini. Bagi kakak laki-laki Arsa, pria itu merupakan manusia paling objektif. “Terakh

