137

1139 Kata

Lenguhan terdengar. Mata Arsa perlahan terbuka. ‘Cantik,’ ucapnya dalam hati. Arsa tak bisa memalingkan pandangannya. Ia selalu terpesona dengan wajah menawan Ariana. Wanita yang memiliki usia beberapa tahun dibawahnya seolah sengaja diciptakan untuk membuat dirinya gelap mata. Kelopak yang indah. Hidung mancung sempurna serta bibir tipis kemerahan menjadi hal yang Arsa suka. Semalam ia tak henti mengecupi setiap bagian wajah Ariana. Sembari mengayuh, memandangi keindahan wajah sang istri membuat gelora di dalam tubuhnya semakin terbakar. Arsa mengangkat kepala, menjadikan tangan kirinya sebagai tumpuan. “I love you..” bisik Arsa lalu menjatuhkan kecupan di bibir indah Ariana. Absennya Isyana dari rumah mereka menghadirkan berkah tersendiri. “Ariana.. Tiba-tiba saja Mas pengen lagi..” Ar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN