Arsa mengedikan bahu. Ia juga tidak tahu untuk urusan apa Karina menghampiri mereka, “tanyakan saja pada dia kenapa kesini..” jawab Arsa tanpa mau repot-repot menyembunyikan rasa tidak sukanya pada Karina. “Ah.. Saya tidak sengaja melihat Dokter Arsa di pintu masuk.” Dusta.. Arsa tahu jika apa yang Karina ucapkan adalah kebohongan. Wanita itu telah melihat mereka sejak di rumah sakit. Arsa yakin jika Karina mencuri dengar pembicaraannya dengan sang kakak. Ia tak melihat mobil Ariana mengekor, pastilah sahabat Sofia tersebut pergi lebih dulu menggunakan kedua kakinya. “Kebetulan kita bertemu disini. Boleh saya bergabung?! Saya sendirian.” Pinta Karina tanpa tahu malu. Wanita itu masih mempertahankan sikap sok lugunya. “No!” Arsa dan Dipta langsung menatap Jackson. Anak itu dengan beran

