“Apaaa?!” ulang Arsa. Ia ikut memekik dan langsung saja berdiri dari tempat duduknya mendengar ucapan Jackson. “Jangan aneh-aneh ya Jack. Mama Ariana bisa ngamuk nanti!” geram Arsa. Mereka sudah berada pada titik terendah hubungan karena ulahnya. Ariana yang tidak peka lalu bertambah dengan kemarahan.. Ah! Tidak! Sudah cukup beban hati yang ia rasakan. Arsa tidak mau ada bumbu-bumbu lain yang masuk ke dalam hubungan mereka. “Jangan ya Jack.. Papa takut..” Tawa Dipta meledak. Lihatlah betapa takutnya sang adik dan pria itu masih berani melancarkan gencatan senjata?! Sungguh pria pemberani. Ah! Salah! Sok berani! “Yol.. Yol.. Katanya ngambek?! Tapi masih peduli dia marah apa nggak!” nyinyir Dipta mengomentari tingkah absurd adiknya. Arsa menghela nafas. Ngambek dan mencari masalah baru

