Ponsel Arsa berdering. Nama kakak ipar terbaiknya muncul sebagai identitas pemanggil. Takut terjadi sesuatu pada Ariana, Arsa meletakan gelas kopinya. Mengambil ponsel yang ia letakan di atas meja demi menjawab panggilan masuk. “Ya Kak?!” jawab Arsa langsung to the point. ‘Cepet ke rumah sakit. Dokter Karina tiba-tiba masuk terus marah-marah ke Ariana!’ “Apa?!” pekik Arsa. Pria itu bahkan sampai berdiri saking kagetnya dengan informasi yang Dira sampaikan. “Adek balik ke rumah sakit sekarang juga.” Ujar Arsa cepat. “Yol kenapa?” tanya Dipta. “Bang.. Adek titip anak-anak. Karina katanya marahin Ariana. Tolong ya Bang.” Setelah menitipkan Arsa melangkahkan kaki cepat. Ia berlari sekuat tenaga demi dapat sampai di gedung seberang. Sial! Jalanan sepertinya sedang mengutuk sikap buruknya

