Arsa tertawa. Ia tiba-tiba saja mengingat aksi heroik Ariana di rumah sakit. Keduanya kini berada di dalam kamar mereka. Saling memeluk satu sama lain. Tampaknya Arsa harus berterimakasih pada Karina. Karena wanita itu hubungannya dengan Arina kembali menghangat. "Arsaa… Udah.." kesal Ariana. Ia semakin mengeratkan pelukannya. Merasa malu sendiri. Ariana tahu jika Arsa kembali teringat kejadian beberapa jam lalu di rumah sakit. "Kamu bener-bener gemesin Ariana. Karina sampai pergi tanpa ngucapin apapun.. Hahaha…" Astaga! Rasanya Ariana ingin lenyap saja dari muka bumi. Ia tak lagi memiliki wajah untuk menghadapi siapapun. "Aku suka kamu yang berani, Sayang." "Arsa!" rengek Ariana menimbulkan tawa yang lebih keras dari sebelumnya. Ariana melepaskan lingkaran tangannya, dan hal t

