“Ar… Sini aja! Abang lagi ngomong penting sama suami kamu.” Suara Dipta- kakak iparnya menggema. Ariana yang sedang mengintip melalui pintu kamar mendengus. Gagal sudah rencananya untuk menggoda Arsa. “Ih.. Kenapa Abang harus dateng sih!” kesal Ariana lalu menutup pintu kamar. Ariana menghentakkan kaki ke lantai. Ia melepaskan bed cover yang membungkus kelelanjang*annya. Bergerak cepat memakai pakaian-pakaian yang tadi ia lepaskan demi menjebak Arsa. “Ngeselin!” sembari mengenakan penutup terakhir, Ariana terus meracaukan kekesalannya. Dipta datang diwaktu yang tak tepat. Usaha untuk balas dendam ala kakak iparnya gagal sudah karena suami wanita itu. Ariana mengambil piyama Isyana yang ia siapkan di atas ranjang. Ia menarik nafas sedalam mungkin, mengeluarkannya perlahan sebelum keluar

