Dipta dan Dira melirik Ariana. Ketiganya saling pandang satu sama lain sebelum kembali berakhir mengamati interaksi Arsa dengan Jackson di atas sofa. Ada yang salah! Mereka yakin jika Arsa pasti mengalami benturan dikepala laki-laki itu. Kebaikan Arsa terlihat begitu janggal. “Kesana Papa..” ditempatnya Jackson menunjuk layar iPad, mengarahkan Arsa agar menjalankan super heronya ke sisi yang anak itu inginkan. ‘Papa?!’ tanya Dipta pada Ariana tanpa suara. Dipta mengatakan tanya serupa yang membuat Ariana bahkan sampai pingsan. “Wah.. Udah beneran gila itu anak!” nyinyir Dipta. Dira melayangkan siku, menyenggol perut Dipta agar suaminya itu diam. Kegiatan mereka akan terbongkar jika Dipta mulai merusuh. “Udah lihat aja sejauh apa Adek aneh,” pinta Dira dengan suara pelan. Ia tak mau meng

