BAB 31

1134 Kata

“Rhea, diam sebentar ya, Sayang, Ibu selesaikan bungkus terakhir ini dulu,” bisik Elara sembari menaruh secentong nasi jagung hangat di atas selembar daun pisang yang layu. Suara desis minyak panas dari wajan Martha beradu dengan deru ombak pagi yang mulai pasang di belakang dapur penginapan. Elara bergerak taktis, menata potongan ikan kuah asam dan sejumput sayur daun kelor di atas nasi, lalu melipat daun pisang itu dengan gerakan jemari yang kini sudah sangat terampil. Di samping meja kayu tempatnya bekerja, Rhea Shaka terbaring tenang di dalam sebuah keranjang bambu beralas kain tenun Sumba yang sudah pudar warnanya. Bayi perempuan berusia tiga bulan itu hanya mengerjapkan mata sipitnya, menatap langit-langit papan dapur tanpa mengeluarkan tangisan rewel sedikit pun. Keterbatasan fasi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN