BAB 75

1499 Kata

​Dinding ruang sidang utama Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang bercat putih gading terasa begitu dingin dan asing pagi itu. Di luar pintu kaca, kilatan lampu kamera dari kerumunan awak media sesekali menembus masuk, menciptakan bias cahaya yang semakin menegangkan atmosfer di dalam ruangan. Bau kayu jati dari meja majelis hakim berpadu dengan aroma tumpukan berkas hukum yang teronggok kaku. ​Di baris depan sebelah kanan, Aruna Maheswari duduk dengan punggung tegak yang teramat anggun. Wanita tua itu mengenakan kebaya modern sewarna arang, lengkap dengan sanggul rapi tanpa cela. Lapisan riasan tebal di wajahnya yang mulai berkerut gagal menyembunyikan kilat kepongahan yang telanjur mendarat di matanya. Setiap kali melirik ke arah kiri ruangan, seulas senyum tipis yang meremehkan selalu t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN