BAB 74

1374 Kata

Udara di dalam ruang kunjungan khusus pusat rehabilitasi itu terasa begitu dingin, hampir menggigit, meskipun sinar matahari siang menerobos masuk melalui celah-celah jendela kaca yang besar. Ruangan itu dirancang dengan nuansa minimalis berdinding putih bersih, hanya menyediakan sebuah meja kayu panjang dan dua pasang kursi yang saling berhadapan. Elara duduk diam di salah satu kursi, melipat kedua tangannya di atas pangkuan untuk meredam getaran halus yang tiba-tiba menyerang jemarinya. ​Setiap embusan napas yang ia keluarkan terasa berat. Aroma disinfektan yang khas bercampur dengan wangi pohon pinus dari luar ruangan seolah membawa kembali secuil kecemasan masa lalu yang samar. Namun, kali ini Elara tahu ada perlindungan yang kokoh di balik punggungnya. Arlo sedang berdiri di luar pin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN