BAB 84

1192 Kata

Suasana di area tengah galeri seni milik Thalia masih riuh oleh lalu lalang tamu undangan. Denting halus gelas kristal yang saling bersentuhan berpadu manis dengan instrumen jazz yang mengalun dari sudut ruangan. Malam itu, nuansa pameran terasa sangat hangat sekaligus berkelas. Para pengagum seni hingga kolektor papan atas tampak asyik berbincang hangat di hadapan deretan lukisan kontemporer. ​Di dekat meja hidangan, Arlo Danendra berdiri tegap. Sosoknya selalu memancarkan ketenangan berwibawa yang alami. Mantel gelap yang terpasang pas di bahunya menegaskan kehadiran Arlo tanpa perlu usaha berlebih untuk memancing perhatian. Sambil menggenggam gelas tangkai berisi air mineral, sepasang matanya sesekali melirik ke arah lorong privat tempat Elara dan Thalia berpamitan tadi. ​Langkah kaki

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN