Lantai apotek yang terlalu putih membuat mata Elara perih. Ia sengaja berkendara jauh ke pinggiran kota, memilih apotek sepi agar tidak ada wajah yang mengenali. Tangannya gemetar saat mengambil kotak kecil di rak pojok, menyembunyikannya di balik tumpukan vitamin. Ia membayar tunai untuk menghindari jejak transaksi digital yang mungkin dipantau asisten keuangan keluarga Altamis. Pilihan apotek ini krusial karena lokasinya berada di perbatasan kumuh, tempat di mana orang tidak peduli pada siapa pun yang datang. Elara merobek kemasan plastik dengan gerakan kasar di toilet pusat perbelanjaan yang sunyi. Ia mengunci pintu bilik paling ujung dengan tangan sedingin es. Aroma pembersih lantai yang tajam menyerang penciuman, memicu mual yang sejak pagi tertahan di kerongkongan. Ia meletakkan ala

