Prang! Gelas kristal berisi air mineral itu menghantam dinding ruang kerja lantai satu vila dengan kekuatan penuh, hancur berkeping-keping menjadi serpihan tajam yang berserakan di atas lantai karpet beludru. Elara refleks memundurkan langkah kakinya hingga punggungnya membentur pintu jati yang tertutup rapat. Napasnya tercekat melihat figur Arlo Danendra yang berdiri menjulang di balik meja kerja mahoninya, dengan napas bariton yang memburu pekat dan sepasang mata elang yang memancarkan kilat amarah paling mengerikan yang pernah ia saksikan. Di atas permukaan meja, sebuah gawai tablet berukuran besar menampilkan laman utama portal berita investigasi hiburan metropolitan yang baru saja terbit setengah jam lalu. “Skandal Baru Calon Nyonya Danendra, Pertemuan Rahasia Elara Altamis dan Kal

