Pertemuan itu tidak terjadi di bawah lampu kristal mewah hotel bintang lima, melainkan di sudut sebuah kedai kopi bergaya kolonial yang sepi di pinggiran Jakarta Selatan. Elara sengaja memilih tempat yang terisolasi dan asing dari radar publikasi Danendra Group maupun Maheswari Group. Menggunakan tudung jaket wol hitam tebal dan kacamata hitam besar, ia duduk di sudut paling remang di dekat jendela berjeruji besi, menatap cangkir teh kamomilnya yang sudah mendingin dengan cemas. Ia harus kabur selama dua jam dari vila perbukitan selagi Arlo sedang memimpin rapat tertutup bersama dewan komisaris bursa efek. Motif Elara datang ke tempat ini sangat mendesak taktis, ia harus menghentikan kegilaan serangan balik Aruna Maheswari sebelum berkas klise foto pengintaian di Sumba itu benar-benar dil

