BAB 46

1599 Kata

Pintu ganda jati vila mewah di perbukitan itu kembali dihantam hingga tertutup rapat, menyisakan gema hantaman yang berputaran di langit-langit ruang tengah yang sunyi. Elara tidak menunggu sedetik pun setelah kakinya menginjak lantai marmer Italia yang dingin. Ia langsung berbalik, menyentak paksa cengkeraman tangan Arlo di pinggangnya dengan seluruh sisa tenaga yang ia miliki sejak mereka meninggalkan ballroom Grand Hyatt. “Kamu keterlaluan, Arlo! Kamu b******n egois yang tidak punya otak!” bentak Elara, suaranya melengking nyaring memenuhi ruangan yang pengap oleh ketegangan sisa perjamuan amal tadi. Arlo Danendra hanya berdiri membisu, melepaskan jas tuksedo hitamnya dengan gerakan yang teramat tenang dan metodis. Ia melipat jas mahal itu di atas lengan kirinya, lalu melepas dua kanc

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN