Bab 43. Tidak Punya Hati Sama Sekali

1441 Kata

Pipi Liam masih terasa panas. Bukan hanya karena tamparan Jelita, tapi juga karena semua mata di ruang sidang tadi menyaksikannya. Rasa perihnya menjalar sampai ke kepala, bercampur dengan dengung putusan hakim yang baru saja diketok. Tangannya mengepal ketika ia melangkah keluar ruang sidang, napasnya berat. Langkah Liam tak lagi mantap. Begitu pintu pengadilan terbuka, aroma aspal panas dan suara kendaraan menyambutnya. Dan di sanalah Sora sudah menunggu. Wajahnya dingin tanpa sedikit pun rasa bersalah. Wanita itu berdiri bersedekap dan bersandar pada mobil. Sebelum akhirnya berjalan mendekati sang putra. “Kita ambil Arka sekarang,” ucap Sora begitu melihat Liam, seolah-olah keputusan itu sudah lama selesai. Liam terdiam. Dadanya naik turun. Untuk sesaat, keragu-raguan itu muncul. S

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN