Bab 42. Putusan Final Pengadilan

1785 Kata

Ruang keluarga itu terasa terlalu sunyi untuk rumah sebesar itu. Bella duduk di sofa dengan punggung sedikit bersandar, Clarissa terlelap di pelukannya. Bayi perempuan itu dibungkus selimut tipis warna krem, wajahnya tenang, sama sekali tak tahu bahwa sejak lahir ia sudah berada di tengah pusaran ambisi dan perebutan. Bella menunduk, menatap wajah kecil itu lama. Ada rasa sayang, tentu saja. Namun di baliknya, ada kegelisahan yang perlahan menggerogoti dadanya. Jam dinding berdetak pelan. Liam belum pulang. Bella menarik napas dalam. Sejak sore ia menunggu, menahan diri untuk tidak menelepon, tidak bertanya. Sidang itu … sidang tentang Arka. Tentang keputusan yang dulu ia dorong dengan penuh keyakinan, tapi kini justru membuat dadanya sesak. Langkah kaki terdengar dari arah lorong. B

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN