Aldric masuk dalam ruang CEO yang sebelumnya adalah ruangan papanya, nama tag meja juga sudah diganti dengan namanya. Ia menatap seluruh penjuru ruangan, Aldric menghela nafas kemudian berjalan mendekati meja besar yang adalah meja kerjanya sekarang. Aldric duduk disana dan membelai meja itu, kini ia harus fokus menjalankan perusahaan demi papanya. Pintu ruangan diketuk dan terbuka, sekertaris papanya masuk dengan pak Steven dan para kepala divisi termasuk Arda masuk dalam ruangan. “mas Aldric sudah siap? Hari ini kita akan mengumumkan pengalihan kepemimpinan pada mas Aldric.” “jam berapa? Sekarang?” “1 jam lagi, sedang preparing di lobby untuk pengumuman ini,” ucap kepala divisi HRD. “baiklah, saya akan turun dalam waktu satu jam.” “baiklah, untuk para kepala divisi mohon mint

