"jangan cemberut dong sayang, nanti hilang cantiknya, ayo." Aldric menarik tangan Kanaya menaiki tangga menuju lantai dua rumah itu. Lantai dua terdiri dari 5 ruangan, satu kamar utama dan dua kamar lain, satu di sulap Aldric sebagai ruang kerja saat di rumah dan satu lagi masih kosong dan belum ada rencana akan dipergunakan sebagai ruangan apa. Aldric membawa Kanaya masuk dalam kamar utama yang sangat besar, dengan satu bed kingsize, dua meja nakas di kanan kiri ranjang, di sisi kanan ada kamar mandi, juga ada ruang khusus wardrobe. Kanaya masuk dan melihat satu persatu yang ada disana, ada sofa set berwarna coklat, juga lemari es, jendela kamar cukup lebar karena itu adalah pintu menuju balkon. Kanaya membuka pintu kaca itu dan keluar di balkon, balkon itu langsung menghadap ke kebun

