Kanaya duduk dengan bosan di kamarnya, walau luka diperutnya sudah kering tetap saja Aldric melarangnya kembali bekerja. Aldric tidak mau Kanaya bekerja saat tenaganya belum pulih benar, sudah tiga minggu Kanaya istirahat di rumah dan hal itu membuatnya sangat bosan. Kanaya beranjak dari ranjang dan keluar dari kamar kemudian menuju dapur, ia lihat ibunya sedang mencuci peralatan masak dan makan yang selesai mereka pakai makan siang. “Kay bantu ya bu?” ucap Kanaya mengambil piring kotor dan akan mencucinya. “jangan Kay, kamu istirahat saja.” “aaah… ibu sama saja sama Aldric aku dilarang melakukan apa apa, aku sudah sembuh bu, sudah tidak apa apa.” “itu tandanya Aldric, ayah dan ibu sayang sama kamu Kay, tidak mau kamu kelelahan karena kondisi kamu belum pulih.” “kondisiku sudah

