Kanaya sudah diijinkan pulang setelah seminggu lebih dirawat di rumah sakit, Aldric tidak mengijinkan Kanaya dan kedua orangtuanya mengendarai mobil pulang ke Jakarta tapi Aldric meminta mereka naik privat jet Amery Group agar lebih nyaman. Aldric juga tidak mengizinkan Kanaya masuk bekerja dulu dan memintanya cuti untuk memulihkan kondisinya, awalnya Kanaya protes tapi ia tidak bisa berbuat apa apa karena Aldric bersikeras dan mengancam akan memberikannya SP jika Kanaya tidak mengikuti keinginannya. Kanaya sedang duduk di ujung ranjang dan bersandar di kepala ranjang kamarnya, perutnya memang masih merasa sedikit nyeri karena lukanya belum kering. Pintu kamarnya terbuka dan bu Inda masuk membawa nampan berisi sarapan pagi untuk Kanaya. “makan dulu Kay, lalu minum obat. Mau ibu suapi?”

