Sixty Seven

1050 Kata

"Banguh Kay..." Cairan bening keluar dari mata Aldric dan jatuh di tangan Kanaya. "Bangun sayang." Aldric menunduk dan mencium kening Kanaya lama, ia kemudian memeluk Kanaya yang masih terbaring di brankar ICU, Aldric terisak, ia tak pernah merasa sesedih ini dalam hidupnya. "Jangan tinggalkan aku Kay, aku sayang kamu..." Ucap Aldric disela isak tangisnya, ia tak perduli jika para suster mentertawakan dirinya karena menangis, yang ia inginkan hanya satu, Kanaya sadar. Ia yakin Kanaya bisa bertahan bukan menyerah seperti ini. Aldric memeluk Kanaya makin erat tak perduli pandangan kasihan dari para perawat yang melihatnya memeluk Kanaya seperti orang gila, ia sudah jatuh cinta pada Kanaya dan ia tak mau kehilangan orang yang sangat dicintainya itu. "Al... Lepaskan pelukanmu, aku tida

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN