Eighty Two

1501 Kata

Aldric mengemudikan mobilnya di jalanan Jakarta yang ramai, disampingnya duduk Chen dengan kacamata minusnya. "Sejak kapan kau memakai kacamata Chen?" "Sejak lama, hanya saja aku tidak pernah memakainya saat bersamamu." "Kenapa?" "Tidak apa apa, aku lebih tampan jika tanpa kacamata." "Lalu kenapa sekarang kau pakai kacamata itu?" "Pandanganku semakin buram akhir akhir ini." "Sebaiknya kau periksakan matamu itu." "Iya nanti, jangan sok perhatian padaku. Aku marah padamu." "Ayolah Chen, aku kan sudah minta maaf." "Lagipula kau baru menikah beberapa hari kan? Kenapa sudah ke kantor. Istrimu kau tinggalkan sendiri saja di rumah." "Jangan mengingatkan aku Chen," sungut Aldric. "Kau kenapa?" "Percuma juga aku di rumah bersama Kanaya, yang ada aku harus menahan hasrat, d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN