“Kay…” “iya yah.” Kanaya menoleh pada ayahnya yang ada disampingnya, mereka sedang makan malam bersama, hari ini pak Andrian pulang lebih sore dari biasanya yang selalu pulang diatas jam 8 malam. “ayah harus menghadiri pertemuan kepala bank Diamond di Surabaya dan ini acara internasional Kay.” “bagus dong yah.” “masalahnya ada malam keakraban jadi harus membawa istri atau suami, dan ibu juga harus ikut, kamu tidak apa apa sendiri di rumah Kay?” “tidak apa apa, Kay kan sudah dewasa yah.” “tapi acara ayah ini seminggu Kay.” “tidak apa apa yah, ayah dan ibu pergi aja.” “baiklah kamu jaga diri di rumah, nanti ibu tiap hari telepon kamu,” “aaah ibu, dibilang Kay tidak apa apa sendirian, malah tiap hari telepon. Memang Kay anak kecil apa?” sungut Kanaya mem

