63. Senjata Makan Tuan

1214 Kata

“Non Letta!”panggil Budi sembari mengedip-ngedipkan sebelah matanya ketika sore ini Arletta baru saja sampai di rumahnya. Kedua mata Arletta membola melihat tingkah laku Budi yang terkesan genit sekali padanya. “Non Letta baru pulang? Pasti capek. Mau saya pijitin, nggak?” “What? Dasar Budi kurang ajar!” Bukannya takut mendengar bentakan Letta, Budi malah mendekat dengan binar tatapan penuh cinta pada anak majikannya. “Stop! jangan mendekat!” Arletta panik, menolehkan kepala ke kiri dan ke kanan mencari pertolongan. Sayanganya, para pekerja yang biasanya terlihat berlalu lalang, kali ini tak nampak satu orang pun. Mendadak tubuh Letta menggigil ketakutan. Dengan secepat yang ia bisa, Arletta melarikan diri masuk ke dalam rumah sembari berteriak memanggil nama mamanya. “Huwa, mama! Ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN