Setelah berdebat dengan Arif malam itu, Nila memutuskan untuk kembali memblokir nomor pria itu. Tidak hanya nomor lama Arif yang ia blokir, tetapi nomor baru pria itu pun ikut kena imbasnya. Nila hanya ingin menenangkan diri dari masalah percintaan yang membelit hati. Saat ini, fokus Nila tertuju pada urusan tes DNA dirinya dan Gavin. Karena itulah, meski patah hati yang dideritanya begitu menyakitkan, Nila tidak terlalu terpuruk dengan itu semua. Masih ada hal penting yang mengusik hati dan pikirannya, yakni masalah yang ada di dalam keluarganya. “Kenapa belum pulang?” tanya Djiwa meletakkan tas spunbond berwarna biru di meja Nila dan menatap layar komputer yang masih menyala. “Ini hampir jam tujuh.” “Bapak ... ke kantor?” Nila mendongak dan menatap bingung. “Bukannya baru pulang dari

