22~SN

1225 Kata

“Mama masak apa?” tanya Nila sembari berjalan ke meja makan dengan langkah gontai. Duduk di kursi, lalu bersandar menatap Kirana yang berada di belakang kompor. “Ini, manasin cuko pempek dari pak Djiwa semalam,” ucap Kirana berbalik sejenak dan menunjuk tudung saji di meja makan. “Pempeknya sudah di meja.” Nila menghela berat. Ia menunggu mamanya selesai dengan kesibukannya dan hanya diam tanpa minat di tempatnya. Setelah Kirana selesai, lalu duduk dan meletakkan cuko yang masih panas, barulah Nila berniat membicarakan semuanya. “Aku mau ngomong serius,” ujar Nila kemudian menaikkan kedua kakinya di kursi untuk bersila. Kirana mengangguk pelan. Melihat ekspresi Nila dan nada bicara putrinya, Kirana mulai merasa tidak tenang. Firasatnya mengatakan, Nila akan kembali bertanya perihal mas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN