23~SN

1431 Kata

“Ha—” “Jangan ikut campur dengan urusan pribadi saya!” hardik Nila saat mendengar suara Djiwa. Dibawa masuk ke lift secara paksa oleh Djiwa, membuat Nila ingin berteriak untuk melampiaskan semua amarahnya. Namun, Nila masih sadar diri dengan posisinya saat ini. Selain itu, ia juga masih menghormati pria itu sebagai atasannya. Djiwa hanya menjalankan perintah, agar suasana tidak semakin memanas dan memancing huru hara. “Halo, Pak Beni.” Djiwa bergeser ke hadapan Nila. Menatap datar, dengan ponsel yang menempel di telinga. “Maaf, saya nggak jadi pulang. Tapi tolong masuk ke lobi dan ambil koper saya di resepsionis. Antarkan ke rumah mama, nanti saya ambil di sana. Terima kasih.” Melihat Djiwa ternyata tidak berbicara dengannya, melainkan sedang menelepon seseorang, Nila menunduk. Rasa ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN