25~SN

1173 Kata

“Pak ...” Nila buru-buru menyamakan langkah dengan Djiwa. “Maaf, tapi Bapak nggak marah, kan? Saya, saya cuma kebawa perasaan karena ingat omongannya bu Deswita.” Ada hal-hal yang tidak ditutupi Nila dari Djiwa, karena pria itu sudah mengetahuinya. Terlebih dengan permasalahan Nila dengan keluarga Arif. “Lupakan,” ucap Djiwa enggan memperpanjang percakapannya perihal cinta. “Dan jangan lagi membahas masalah di luar pekerjaan.” “I-iya, Pak.” Nila bergegas mengeluarkan ponselnya yang berdering dan melihat nama Gavin di sana. Ia ingin menolak, tetapi khawatir jika Gavin menghubunginya karena masalah pekerjaan. Sungguh serba salah. “Pagi, Pak,” sapa Nila memelankan langkah di belakang Djiwa. “Pagi, La. Sudah di kantor?” “Sudah, baru datang,” jawab Nila kemudian berhenti di sudut mejany

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN