26~SN

1502 Kata

“Tokoku mau tutup, jadi cepat!” ujar Kirana ketus. Bersedekap, membuang wajah. Enggan melihat Gavin yang berdiri di depannya. “Mau bicara apa!” Melihat Kirana bertingkah seperti anak kecil yang sedang ngambek, Gavin hanya bisa tersenyum. Namun, senyum itu tidak ia tunjukkan pada Kirana, agar amarah wanita itu tidak semakin memuncak. “Apa nggak ada tempat duduk?” tanya Gavin berusaha mencairkan suasana. “Duduk aja di lantai.” Gavin menatap ke sekeliling ruang. Meskipun terasa penuh dan sesak, tetapi kardus-kardus yang berisi stok barang dagangan Kirana tertata cukup rapi. Namun, Gavin tidak kunjung melihat ada kursi plastik di lantai tersebut. Mungkin karena itulah, Kirana menyuruhnya untuk duduk di lantai. “Kirana.” “Buruan!” Kirana melirik tajam pada Gavin. “Sudah kubilang, tokoku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN