“Pak Djiwa apa-apaan?” Nila memberi senyum pada Rachel yang masih berada di meja resepsionis, sambil terus berjalan menuju pintu utama lobi. Cara pandang Rachel terlihat berbeda. Wanita itu tampak bingung, penasaran, atau mungkin curiga melihat Djiwa berjalan sambil memegang lengannya. “Nggak enak dilihat orang.” Detik itu juga, Djiwa melepas tangannya dari lengan Nila. Namun, tetap berjalan di samping gadis itu dan mengarahkan Nila keluar gedung. “Kenapa kamu masih terlibat dengan pak Gavin dan anaknya?” tanya Djiwa kembali meraih tangan Nila dan membelokkan gadis itu ke arah kiri. “Saya cuma ada di tempat dan waktu yang salah,” jawab Nila seketika berhenti melangkah. “Motor saya di basement, Pak.” “Mobil saya parkir di depan, bukan di basement.” “Kan, saya mau pulang.” “Saya terlan

