40~SN

1508 Kata

“Jaaadi, kenapa kami tiba-tiba diundang makan siang di hari kerja yang sibuk seperti sekarang?” Atika melihat buku menu, tetapi segera menutupnya. Ia lebih memilih menatap pelayan yang berdiri di sampingnya, lalu bertanya, “Mbak, apa yang paling mahal di sini?” “Serius, Ma?” tanya Irsyad melihat sang istri dan masih memegang buku menunya. “Serius dong,” jawab Atika lalu menatap sinis pada Gavin, tetapi dalam mode bercanda. “Dia belum ngajak kita makan-makan sejak jadi dirut di Warta. Betul, kan, Vin?” “Terserahmulah, Tik.” Gavin tidak mau ambil pusing dengan urusan menu yang akan dipesan Atika. “Pesanlah dulu. Setelah itu ada yang mau aku bicarakan sama kalian.” Tidak mau didera rasa penasaran yang berlarut-larut, Atika pun segera memesan menu makanan untuknya dan Irsyad sekaligus. “J

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN