13~SN

1148 Kata

“Maaf, kalau waktunya kurang tepat, tapi bisa kita bicara sebentar.” Kirana membuang napas pelan, mencoba mengatur debaran jantung yang terasa sangat menyakitkan. Bukan secara fisik, tetapi lebih pada emosi yang menghantamnya secara tiba-tiba. Perasaan sesak itu mulai menggerogoti dan menghimpit menekan d**a. “Kirana?” “Bu.” Yani menyentuh lengan Kirana. Menyadarkan wanita itu dari lamunan dan keterdiamannya. “Ibu nggak papa?” Kirana menoleh, menatap Yani dengan emosi yang sulit dijelaskan. Napasnya pelan, seolah tengah berusaha mengendalikan sesuatu yang hampir saja meledak. Kirana harus mengendalikan diri, agar tidak menunjukkan betapa rapuhnya ia saat ini. “Nggak papa,” ucap Kirana pada akhirnya. “Tolong tinggalkan kami sebentar, Yan.” Meskipun masih dilanda kebingungan, tetapi Ya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN