Seperti biasa, Nila berbelok menuju meja resepsionis ketika Rachel melambai dengan beberapa amplop di tangan. Namun, saat ia sampai di sana, wanita itu tidak langsung menyerahkan surat-surat tersebut seperti biasa. Rachel justru mencondongkan tubuh dan memberi tatapan menyelidik. “Harusnya aku sudah tahu kalau kamu dekat sama pak Djiwa.” Rachel berdecak pelan, menegakkan tubuh dengan perlahan. Namun, tatapannya terus saja tertuju pada Nila. “Tapi ... pak Gavin? Sejak kapan ibumu nikah sama pak Gavin? Sejak kapan kamu jadi saudaraan sama Mila? Apa acaranya tertutup? Private things? Ck! Percuma kontrak lima tahun, karena sekrednya diembat sendiri sama pemrednya.” Nila tertawa melihat wajah Rachel yang tampak geregetan sendiri. Namun, jika wanita itu tidak bicara, maka Nila tidak akan perna

