50~SN

1210 Kata

“Mbak, maaf. Kalau Mbak nggak diet, bisa-bisa minggu depan kebayanya nggak muat.” Atika yang mendengar celetukan tersebut, langsung keluar dari ruang ganti sambil mengancing kebayanya. “Betul, kan, saya bilang tadi,” ujarnya menghampiri Nila lalu mencubit-cubit pipi yang memang mulai terlihat bulat. “Kamu itu agak bulet dari terakhir kita ketemu.” “Mama juga sudah bilang, kan? Jangan ngemil terus,” timpal Kirana yang hanya duduk di sofa tunggu ruang ganti, karena gilirannya mencoba pakaian sudah selesai. “Pulang kantor mesti bawa kue.” Nila tidak menyahut. Ia melihat wajah dan lekuk tubuhnya dari pantulan kaca yang ternyata memang sedikit membesar. “Tapi kata mas Djiwa nggak gendut.” “Djiwa ditanya.” Atika geleng-geleng. “Mentok, Mbak?” tanyanya pada pegawai yang melayani Nila. “Ment

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN