“Kirana, maaf. Aku kira Nila sudah cerita semuanya.” Sambil mengusap air mata dengan tisu yang diberi Gavin, Kirana menggeleng dan tersenyum miris. “Nggak papa. Bukan salahmu.” Jika berada di posisi Nila, sepertinya Kirana juga akan melakukan hal yang sama. Ia tidak ingin orang tuanya tahu, jika ibu dari kekasihnya telah menolaknya dengan ucapan yang tidak semestinya. Sebagaimana Nila yang menjaga perasaannya, maka Kirana juga akan menjaga perasaan orang tuanya agar tidak terluka. “Aku cuma ... maaf, aku bikin sampah,” ujar Kirana kembali mengambil tisu di pangkuan. Hatinya benar-benar sakit, mengingat putrinya direndahkan sedemikian rupa oleh orang tua Arif. Kirana tidak menyalahkan Arif, karena ia melihat bagaimana tulusnya pria itu pada Nila. Namun, sikap keluarganyalah yang membuat

