“Aku nggak tahu kalau kamu, ya, Mbak.” Mila mengintip interaksi Kirana dan Gavin dari sisi ruangan yang berbeda. Tidak hanya dirinya, tetapi Nila pun melakukan hal yang sama. “Tapi, aku pengen nyatuin mereka, terlepas apa pun yang pernah terjadi di masa lalu. Tapinya lagi, tante Kirana kayaknya udah mati rasa sama papa. Coba lihat!” “Hm, aku lihat,” ucap Nila sambil mengangguk. Dengan wajah masamnya, Kirana terlihat pindah duduk dengan cepat di tempat duduk Nila. “Tapi, mamaku itu emang suka galak kalau dideketin cowok. Jadi nggak cuma pak Gavin aja. Makanya, kayaknya papamu butuh effort lebih kalau balikan sama mamaku.” “Jadi ...” Mila menatap Nila sambil menggigit bibirnya sesaat. “Kamu setuju kalau papaku sama mamamu jadian?” “Setuju-setuju aja,” jawab Nila dengan anggukan. “Aku oran

