38~SN

1475 Kata

“Pagi, La,” sapa Djiwa lebih dulu dan berhenti di sudut meja gadis itu. “Pagi, Pak Djiwa,” balas Nila tetap mempertahankan sikap formalnya, senyum kecil di wajahnya tak mampu menyembunyikan rasa bahagia yang menyelinap. “Jadi, kalau kalau di kantor panggilannya balik ke setelan awal.” Djiwa menahan senyum agar tetap terlihat formal seperti biasa. Ternyata, menjalin hubungan diam-diam seperti sekarang memiliki tantangan tersendiri. “Iya,” jawab Nila sambil meringis kecil. “Biar orang-orang nggak bikin gosip.” “Oke, nggak papa.” Telunjuk Djiwa mengetuk sudut meja Nila sambil melihat ke sekitar. Hanya untuk melihat, siapa saja yang pagi ini sudah ada di lantai redaksi. “Gimana ibumu? Sabtu sore jadi, kan?” “Jadi.” “Oke ...” Djiwa melepas napas lega. Semua rencana hampir menuju sempurna.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN