37~SN

1315 Kata

“Sore minggu depan, ya.” Kirana harus memikirkan beberapa hal lebih dulu, perihal pertemuan dua keluarga yang diusulkan oleh orang tua Djiwa. “Kamu sudah yakin mau nikah sama pak Djiwa.” “Jangan manggil pak lagi, Ma,” pinta Nila segera meluruskan. “Bu Atika mintanya gitu. Tapi sabtu, bukan hari minggunya.” “Tapi kamu sudah yakin?” tanya Kirana sambil mengangkat telur dadar yang baru selesai ia goreng. Meniriskannya lebih dulu di oil pot. “Maksud Mama, kamu baru putus sama Arif, tapi sekarang justru mau nikah sama Djiwa.” “Yaaa ... mas Djiwa baik,” ucap Nila sambil memotong-motong puding buah yang dibawa Djiwa kemarin sore. “Di kantor juga nggak banyak macam. Orangnya lurus-lurus aja.” Seingat Nila memang seperti itu. Ia hampir tidak pernah mendengar gosip aneh mengenai Djiwa terkait pe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN