“Ke rumah besok pagi, karena ada yang mau Mama omongin,” titah Atika dengan suara pelan, agar Nila yang sedang berada di dapur tidak mendengarnya. “Ada masalah?” tanya Djiwa tidak jadi berdiri dari tempatnya untuk menyusul Nila. “Pokoknya Mama mau bicara, besok,” ujar Atika tidak ingin dibantah. “Oke.” Karena Atika tidak mau membahasnya malam ini, maka Djiwa akhirnya beranjak pergi. Menghampiri Nila yang berada di dapur seorang diri. “Bisa pakenya?” “Bisa.” Nila meletakkan piring dan gelas kotor ke dalam mesin pencuci piring. “Waktu masih tinggal di apartemen yang lama, kami punya dishwasher. Mereknya sama.” “Apartemen lama?” tanya Djiwa sambil mengambil sabun khusus cuci piring yang berada di bawah wastafel, lalu menyerahkannya pada Nila. “Jadi, sebelum tinggal di tempat yang sekaran

