“Mama!” Nila keluar kamar dengan gelisah. Berdiri di depan televisi, menghalangi pandangan Kirana yang sedang menonton. “Coba lihat,” pintanya lalu memutar tubuh dengan perlahan sambil merentangkan kedua tangan. “Beneran, ya! Bajunya cocok? Nggak norak, nggak berlebihan?” Kirana mengangguk, menyimpan tawa yang sebenarnya hendak menyembur ketika melihat tingkah putrinya. “Perfect!” ucapnya dengan mengacungkan kedua ibu jari ke arah Nila. “Sekarang minggir dari sana, Mama mau nonton.” “Kalau rambutku?” tanya Nila kembali berputar di depan sang mama. “Kalau aku ikat separuh gini, nggak papa, kan? Atau dicepol aja, kayak ke kantor?” “Begitu aja.” “Make up-ku?” Nila berjalan cepat menghampiri Kirana, lalu duduk di sebelahnya. “Lipstiknya nggak ngejreng, kan? Terus, eyeliner-nya juga nggak

