29~SN

1346 Kata

“Jangan mentang-mentang Papa dirut di sini, Papa bisa manggil aku seenaknya ke sini.” Mila menutup pintu lalu menghampiri meja Gavin. “Justru karena Papa dirut di sini, Papa bisa manggil kamu kapan pun Papa mau,” balas Gavin lalu mempersilakan putrinya duduk di sofa, karena ia sedang berjalan ke sana. “Kamu nggak mau bicara kalau di rumah dan memilih ‘sembunyi’ di kamar.” Bibir Mila mengerucut. Menghentakkan kakinya saat berbalik dan berjalan menghampiri papanya. Duduk pada sofa panjang yang sama dan memberi jarak. “Tapi ini jam makan siang,” keluh Mila masih memajukan bibir. “Aku laper.” “Papa tahu kamu masih marah, tapi ada yang harus Papa sampaikan.” Gavin mulai serius dan sedikit memangkas jaraknya dengan Mila. “Apa lagi sekarang?” Mila mulai curiga, jika Gavin kembali menyembunyi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN