43~SN

1655 Kata

“Kirana.” Gavin memanggil, ketika wanita itu sudah berada di luar toko. Sementara Jono, sedang menutup pintu harmonika yang berada di belakang Kirana. Gavin sengaja datang menemui Kirana di jam-jam toko akan tutup, agar pembicaraan mereka nantinya tidak terjeda dengan kedatangan pembeli. “Mau apa lagi?” Kirana memutar malas bola matanya dan bertolak pinggang di teras toko. Memandang Gavin yang berdiri lebih rendah dari posisinya. “Bukannya aku sudah—” “Aku mau bicara tentang anak kita.” Jono dan Yani sontak saling melempar pandangan penuh tanda tanya. Mereka terdiam dengan posisi masing-masing. Jono berhenti mendorong pintu, sementara Yani hanya bengong di belakang Kirana. “Papanya neng Nila hidup lagi, Bu?” celetuk Yani pelan, tanpa berpikir panjang. Kirana menghela dan menggeleng s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN