“Kau menyesal telah membunuh mereka?” Zul tertegun, tidak ada kata lagi saat dia melihat Tama mengacungkan pisau dan bersiap menusuk Kiki. Aku mohon, siapa saja, hentikan Tama! Aku tahu Zul tidak ingin Tama membunuh Kiki, tapi keras kepalanya itu luar biasa! Aku merangkak ke dekat Kiki walau tubuh mulai seperti mati rasa. Zul terpaku dengan mata melotot dan pistol mengarah ke Tama, tangannya jelas gemetar. Harga diri Zul terlalu tinggi untuk meminta Tama berhenti. Aku terlalu lemah untuk menghentikan Tama. Kiki terlalu tak berdaya untuk melawan. Sementara Tama terlalu takut kehilangan aku sehingga dia gelap mata. Dor! Zul menembak tangan Tama yang akan memyayat leher Kiki. "Huwaaa... Hiks.... Mama.... Hiks... Mama..." Raungan Kiki lebih unggul daripada ringisan kesakitan Tama. "He
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari