" Aku sengaja pulang terlambat, karena kepulanganku saat ini hanya untuk mengucapkan selamat tinggal. Kalau aku tidak bisa memilikimu, untuk apa aku disini memaksa kamu untuk tetap menikah denganku. "ujar Bian yang membuat Amel terasa ingin pingsan. " Ma-maksud, Papa, apa? " tanya Amel dengan nada terbata, merasa tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Bian tadi, meski tidak di pungkiri Amel memang tidak ingin bersam dengan Bian lagi. " Tidak ada maksud apa-apa. Aku hanya ingin memenuhi apa yang menjadi keinginan kamu. Bukankah kamu memintaku untuk tidak memaksamu menikah denganku. Ya sudah. Aku penuhi. " ujar Biyan yang langsung mengambil jasnya yang ada di sandaran sofa Lalu setelah itu dia membawa langkahnya untuk keluar dari rumah membuat tubuh Amel seketika terasa lemas dan d

