Erik tidak membuang-buang waktu lagi untuk memberi tahu Bian, karena Bian juga sudah tidak sabar. Erik langsung memberitahu Bian dengan cara berbisik tepat di telinga Bian. "Apa! Biadab!” Bian langsung terburu-buru keluar dari ruangannya setelah mendengar apa yang dibisikkan oleh Erik. Erik sendiri hanya bisa mengekor langkah Bian dari belakang. Bian langsung masuk ke dalam mobilnya dengan terburu-buru, hingga Erik tidak sempat duduk di balik kemudi, dan akhirnya air terpaksa duduk di kursi penumpang, hingga kali ini Bian yang membawa mobilnya sedangkan Erik sudah seperti raja, posisi mereka seperti terbalik. Bian melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, dan itu tanpa Bian sadari, karena pikiran Bian saat ini tertuju pada Amel, ditambah lagi emosi Bian sudah tidak bisa dikendalikan l

