Sepuluh hari berlalu sejak kepergian Azka. Ian masih sangat kehilangan dan ia masih banyak menghabiskan waktu di kamar Azka karena ia begitu rindu dengan anak itu. Namun, ia tahu ia tak bisa bersikap lemah terus. Masih ada beberapa hal yang harus ia urus terutama hal yang berkaitan dengan King. Ian sudah membaca pesan di grup keluarganya. Masih ada satu dua orang yang menyinggung King dan kemunculannya dengan Wina di pemakaman. Ian merasa muak karena omongan negatif yang mereka katakan. Jadi, ia segera membungkam mereka dengan satu pesan di grup itu. Aku: Anak itu namanya King. Dan benar, dia anak kandung aku. King dan Wina datang hanya untuk mengucapkan belasungkawa atas kepergian Azka. Jangan bicara sembarangan tentang King dan Wina. Mereka bukan orang-orang yang gila harta seperti kal