Hari Minggu pun tiba. Wina dan King sudah janjian dengan Meli untuk datang ke kafe. Tadinya, Meli berniat untuk menjemput mereka, tetapi Wina tak ingin merepotkan. Ia datang dengan mobilnya ke sana. Dan begitu ia tiba di parkiran kafe, ia langsung melihat mobil merah Ian. Ia berdebar. Ia belum bicara lagi dengan Ian sejak terakhir kali datang ke rumah Ian--dan juga setelah ciuman panas mereka. King dengan senang langsung berlari ke arah pintu masuk. Ian berdiri di sana, tampaknya sengaja menunggu mereka berdua. Wina hanya bisa menahan napas ketika Ian memeluk King dengan penuh kerinduan. Ia berusaha menetralkan hatinya yang tak keruan dengan mengintip kaca spion. Setelah memastikan syal yang ia kenakan bisa menutupi lehernya, ia segera mendekati pintu masuk. "Hei," sapa Ian. Wina tersen